Bupati Yansen TP: Perbedaan Kekuatan Pembangunan
Pemkab Malinau Gelar Halal Bihalal

By Admin 14 Jun 2019, 12:51:37 WIB Malinau
Bupati Yansen TP: Perbedaan Kekuatan Pembangunan

Keterangan Gambar : Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si (kiri) memberikan cinderamata kepada Ustaz Das'ad Latif (kanan) saat acara silahturahmi dan halalbihalal bersama tokoh masyarakat di Gedung Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Jumat (14/6) pagi. (humas)


WARTAKALTARA.COM – Bupati Malinau Yansen TP, menggelar acara silahturahmi dan halalbihalal bersama tokoh masyarakat di Gedung Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Jumat (14/6) pagi. Dalam acara tersebut turut hadir Ustaz Das'ad Latif yang menjadi penceramah dalam agenda tersebut.

Sebelum acara dimulai, Bupati Yansen terlebih dahulu memberi cinderamata berupa tas rotan dan kain batik khas Malinau kepada Ustaz yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang nyentrik dan kerap menjadi viral. Gayung bersambut, sang ustaz pun memberikan kopiah khas masyarakat adat Bugis kepada Bupati Dua Periode Kabupaten Malinau ini.

Dalam agenda halal bihalal yang dihadiri forum komunikasi dan koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, wanita dan ASN di lingkungan Pemkab Malinau. Bupati menyatakan bahwa malinau sebagai sebuah kabupaten yang memiliki keragaman dari masyarakatnya terdiri dari aspek agama, budaya dan pelbagai macam latar belakang.

“Bersyukur (Malinau) memiliki sebuah semangat yang harus terus dibangun agar perbedaan yang dimiliki tetap menjadi sebagai kekuatan Malinau,” katanya.

Menurut Yansen, perbedaan merupakan sesuatu yang menunjukkan sebuah kekayaan dan sebagai wujud sebuah kesempurnaan. “Karena perbedaan itu menjadi nuansa beragam yang menjadi kekuatan dalam pembangunan di Malinau, Jadi harus terus menerus membangun komunikasi,” jelasnya.

Yansen mengatakan, Halalbihalal ini merupakan salah satu ajang silahturahmi secara langsung antar tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, pimpinan istansi, masyarakat. Dimana, saling bersilahturahmi dan membangun komunikasi yang menjadi satu kesatuan untuk membangun Malinau.

“Jadi saya kira halalbihalal bukan sekedar kegiatan yang dilakukan seperti biasa atau sifatnya rutinitas. Tapi memang dijadikan sebuah sarana dan wadah untuk membangun kekuatan bersama. Jadi itu, makna silahturahmi dalam halalbihalal yang digelar sekarang,” ungkapnya.

Menurut dia, perbedaan yang memiliki justru tumbuh dengan dinamis serta harmonis antara satu sama lain. “Saya kira hal yang lumrah karena itu satu bingkai yaitu bhineka tunggal Ika. Artinya, konsep hidup sebagai bangsa saling menghargai dan menghormati dan memperkuat terus menerus,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, prinsip harmonisasi bukan sekedar sebuah kegiatan saja. Akan tetapi, bagaimana mampu menciptakan kondisi yang aman dan tentram. “Saya harapkan tanggungjawab bersama. Baik itu tokoh masyarakat, pimpinan daerah dan lainnya. Karena Malinau harus bertumbuh sampai kedepan. Meski dibingkai perbedaan, namun harus tetap harmonis hingga kedepan dan selamanya,” imbuhnya.

“Ibarat seperti anggota tubuh, baik tangan, kaki, mata itu semua satu kesatuan yang saling menopang,” pungkasnya. (hms/wk2).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment