Dikunjungi Danrem, Ini Yang Disampaikan Bupati

By Admin 15 Mar 2019, 20:50:14 WIB Malinau
Dikunjungi Danrem, Ini Yang Disampaikan Bupati

Keterangan Gambar : Bupati Malinau Dr Yansen TP M.Si saat menyambut kedatangan Komandan Resort Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono di Bandara Malinau Kol RA Bessing Malinau. (humas)


MALINAU – Komandan Resort Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerjanya di Kabupaten Malinau melakukan kegiatan malam ramah tamah dengan Forkopimda, SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama yang dipusatkan di Guest House, Rumah Jabatan Bupati Malinau.

Bupati Malinau Yansen TP dalam sambutannya menuturkan, bahwa pemerintah kabupaten malinau menyambut baik kunjungan kerja yang dilakukan oleh Danrem 091/ASN. “Tentu ini menjadi sebuah penghargaan tersendiri, apalagi malinau ini menjadi satu tempat untuk penanganan yang secara bersama-sama,” ujar Yansen.

Dalam kesempatan itu, Yansen menjelaskan sekilas gambaran wilayah Malinau yang merupakan daerah perbatasan dan memiliki daratan terluas sebesar 52 persen dari luas wilayah Kalimantan Utara. “Oleh karenanya tentu menjadi perhatian dan penanganan kita bersama terutama di daerah perbatasan,” ucap Bupati.

Apalagi, Malinau juga menjadi salah satu wilayah kerja dari Danrem 091/ASN. Dimana memiliki keluasan 2/3 di Kalimantan Utara dan memiliki hutan dengan luas 1 juta hektare lebih yang dikenal TNKM. “Jadi kalau dilihat dari peta, bahwa malinau memiliki satu kekayaan. Bahkan nomor satu di Indonesia. Karena hutan-hutan masih hijau jika dibandingkan dengan daerah lain yang sudah berwarna cokelat,” bebernya.

Disamping itu, lanjut Bupati, Malinau juga berbatasan langsung dengan negara tetangga yakni Malaysia. “Maka dari itu, kita harus secara prospektif membangun bangsa dan menjaga keluasannya yang ada di Malinau,” jelasnya.

Menurut Bupati, apabila tidak dijaga dengan baik tentu akan menjadi ancaman yang sangat besar ke depan. Sebab, malinau merupakan salah satu jantung dan paru-paru di Kalimantan maupun juga Indonesia. “Oleh karenanya, saya selalu sampaikan bagaimana Malinau ini menjadi satu kekuatan dalam pembangunan. Dan tentu, kami sangat mengharapkan dukungan kegiatan,” katanya.

Apalagi, Malinau memiliki jalur jalan yang dibangun kurang lebih seribu kilometer yang tersebar ribuan hektare di dalam hutan tersebut. “Suka tidak suka kita membangun jalan di setiap desa itu berpuluh-puluh kilo bahkan sampai seratus kilo. Dengan demikian tidak mudah untuk membangunnya,” lanjutnya.

Meski begitu, sambung Bupati, dengan adanya dukungan yang maksimal yang sedang berjalan saat ini baik itu jalan paralel dan jalan trans terus dilakukan dengan baik. “Semoga harapan kami kedepannya, mendapatkan dukungan dari Pak Danrem untuk bisa menyampaikan informasi tentang malinau ke pusat,” harapnya.

Selain luas wilayah, Yansen juga menyampaikan salah satu keunikan tersendiri yang ada di Malinau. Yakni, memiliki keberagaman suku dan agama. “Jadi semua etnis ada di sini (Malinau). Dan tentu menjadi gambaran membangun Malinau itu seperti budaya membangun bangsa. Dikarenakan hadirnya berbagai etnis dari pulau-pulau yang ada di Indonesia. Makanya Malinau disebut Indonesia kecil,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut dia, Malinau juga menjadi salah satu pintu lintasan terutama penyeludupan Narkoba. “Maka dari itu dalam kesempatan ini juga kami harapkan baik dari Kodim, Polri dan Pamtas untuk bisa bersama-sama menjaga dan membentengi kawasan Malinau ini,” ungkapnya.

Sementara, Komandan Resort Militer (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Widi Prasetijono mengaku sangat berbangga kepada pemerintah Kabupaten Malinau yang telah menyambut baik kedatangannya. “Tentu saya sangat bangga karena sudah disambut baik oleh Bupati beserta jajarannya,” katanya.

Dalam kunjungan pertamanya di Malinau, diakuinya, bahwa baru merasakan sebagai orang Indonesia. Sebab, selama ini hanya bertugas di tanah Jawa. “Begitu saya berada di luar Jawa. Baru merasakan bahwa adalah orang Indonesia. Karena Indonesia ternyata begitu luas,” jelasnya.

Apalagi dalam satuan tugas, kata dia, ada yang berbeda antara satuan organik dan satuan beroperasi. “Kalau satuan beroperasi itu sifatnya sementara. Sedangkan Organik itu menetap dan saya merasa ada sedikit perbedaan itu, tentu sangat bangga dari wilayah yang jauh,” katanya.

Diakuinya, Malinau adalah paru paru dunia. Sehingga dalam lawatannya menjadi satu kebangaan tersendiri. “Tentu ini menjadi satu kebangaan. Meski disatu sisi dengan luas tentu mendapati kesulitan dari pemerintah daerah, apalagi anggaran yang terbatas memang perlu yang sangat panjang. Dan memang perlu secara bertahap dalam membangun Malinau ini,” pungkasnya.
(hms)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment