Tinjau Pasukan, Pangdam II Sriwijaya Terharu

By Admin 30 Apr 2019, 05:42:52 WIB Malinau
Tinjau Pasukan, Pangdam II Sriwijaya Terharu

Keterangan Gambar : Prosesi adat Lundayeh saat menyambut kedatangan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan S.Ip MHum yang disambut langsung Bupati Malinau Dr Yansen TP M.Si di Bandara Kol RA Bessing Kabupaten Malinau pada Selasa (30/4) (humas)


WARTAKALTARA.COM –Menggunakan Helikopter jenis Hely Bell-412 milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD)Panglima Daerah Militer (Pangdam) II Sriwijaya Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Irwan, S.IP M.Hum bersama Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) VI Mulawarman Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Richard Tampubolon, SH MM tiba di Bandara Kolonel RA Bessing, Kabupaten Malinau pada Selasa (30/04) siang.

Kedatangan para petinggi militer ini langsung disambut oleh Bupati Malinau Dr Yansen TP M.Si bersama dengan pejabat tersa Malinau lainnya, serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) di Malinau.

Sebelum memasuki ruang VIP Bandara, rombongan Mayjen TNI Irwan S.IP M.Hum terlebih dahulu disambut dengan prosesi adat Tidung, yaitu Timug Pensalui dan prosesi adat Dayak Lundayeh yaitu Tarian Perang dari Sanggar Seni Dayak Ulong Da’a.

Kedatangan Panglima tertinggi di wilayah Sumatera Selatan ini tak lain untuk meninjau pasukannya yang menjadi Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di pos perbatasan wilayah Kabupaten Malinau.

Dalam acara ramah tamah bersama tokoh adat dan masyarakat Malinau yang dilaksanakan pada malam harinya, di Guest House Rumah Dinas Bupati Malinau. Bupati Yansen memaparkan kondisi geografis dan kondisi sosial Kabupaten Malinau sebagai kabupaten perbatasan.

Bupati menjelaskan, Malinau dengan luas wilayah terluas di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan persentase sebesar 52 persen wilayah Kaltara, berada di posisi strategis sebagai daerah penyangga bagi kawasan Kalimantan, khususnya Kaltara dan Kaltim “Karena, sungai-sungai besar yang mengalir ke wilayah Kaltim dan juga Kaltara hulunya berasal dari Malinau. Sehingga dengan demikian, kalau melihat ke depan, maka Malinau menjadi gantungan hidup bagi kawasan sekitarnya,” jelas Bupati Yansen.

Dengan luasan 1,3 juta hektare kawasan hutan yang masih perawan dan hijau. Malinau juga memproklamirkan diri sebagai kabupaten konservasi dan berapa luas wilayahnya juga merupakan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) yang sudah dikenal hingga mancanegara.

“Nah oleh sebab itu saya kira tidak hanya dari sisi strategis negara, tapi dari aspek kemanusiaan juga Malinau menjadi suatu kebutuhan besar bagi nasional. Bahkan branding dunia Heart of Borneo ada di Malinau. Saya kira ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia,” kata Bupati.

Meski demikian, dengan wilayah yang luas dengan perbandingan penduduk yang masih sedikit. Namun Malinau layak menyandang gelar sebagai Indonesia kecil. Hal tersebut menurut Bupati Yansen tak lepas dari banyaknya keanekaragaman suku, agama dan latar belakang masyarakat di Bumi Intimung (Sebutan Malinau).

“Inilah Indonesian small. Kalau mau tahu, suku apapun semua ada di sini, jarang-jarang suatu daerah memiliki keanekaragaman seperti Malinau. Ada Islam, ada Kristen, ada, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu beragam agama dan etnis Indonesia ada di sini. Jadi semua ada,” paparnya.

Suku dari Pulau Sumatera sampai ke Papua semua ada di sini. Jadi ini sebuah kebanggaan. Sehingga kami selalu berasumsi bahwa Malinau adalah Indonesia kecil. Oleh sebab itu kami punya motto pelangi. Pelangi di Kaltara,” imbuh Bupati Yansen, seraya menjelaskan bahwa pelangi terdiri dari berbagai macam warna menjadi satu dan itu menjadi indah.

Sementara itu Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan S.IP M.Hum mengatakan ini adalah momen bersejarah baginya karena kali pertama berkujung ke Malinau. Dirinya mengaku bangga dan bahagia. Sebab setelah landing langsung disambut dengan berbagai prosesi adat dan bisa bertemu pemerintahan di lingkungan Pemkab Malinau serta masyarakat Malinau dalam acara ramah tamah.

“Terima kasih sekali lagi kepada Pak Bupati beserta seluruh jajaran yang telah mempersiapkan acara pada malam hari ini, saya juga terkesan penyambutan siang tadi (prosesi adat),” ungkap Mayjen Irwan.

Pada kesempatan yang sama , Mayjen Irwan mengapresiasi dan memuji kerukunan masyarakat Malinau yang memiliki suku, agama dan latar belakang yang beragam. Senada dengan penyampaian Bupati Malinau Dr Yansen TP M.Si, Indonesia faktanya diciptakan dengan manusia berbeda-beda. Akan tetapi jika perbedaan dijadikan satu, maka akan kuat.

“Seperti bangunan, terdiri dari berbagai material di dalamnya. Seperti besi, semen, pasir, kayu dan sebagainya. Karena material berbeda tersebut disatukanjadilah kuat dan bisa melindungi manusia dari panas, hujan dan sebagainya. Coba kalau semen saja, gak bisa jadi bangunan bagus. Kayu saja tidak bisa, tapi ada semen, besi dan sebagainya,” terang Mayjen Irwan.

Untuk itu, dirinya menegaskan sama haknya jdengan hidup manusia yang memang ditakdirkan berbeda. Maka dari itu, dirinya menyerukan agar menghargai perbedaan. “Tadi Pak Bupati menyampaikan dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Indonesia kecil ada di Malinau. itu sangat-sangat luar biasa. Itu harus dijaga dengan baik,” pintanya (hms/wk3)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment